Rover NASA Menemukan Pola ‘Labirin’ di Mars — Petunjuk yang Mengindikasikan Air Mungkin Pernah Mengalir Di Sana
Mars, menjadi rumah bagi manusia, adalah hipotesis yang telah kita coba selama puluhan tahun. Alat terbesar dalam upaya ini adalah pesawat ruang angkasa berbagai jenis yang telah mengamati Planet Merah. Rover Curiosity NASA telah mengirim banyak wawasan mengenai planet tersebut selama bertahun-tahun, menurut
Tohir78
Yang terbaru ini mungkin yang terbaik di antaranya, karena membawa para ilmuwan satu langkah lebih dekat ke kehidupan ekstraterestrial misterius pada planet ini. Rover telah menangkap gambar dari beberapa objek.
fitur di Mars
itu mungkin pernah menjadi habitat untuk bentuk kehidupan tertentu. Saat ini, gambar-gambar dan laporan pemeriksaan lapangan oleh Curiosity adalah semua yang para astronom miliki, namun bukti dari fitur-fitur seperti ini sangat berharga, karena mereka meningkatkan potensi Planet Merah untuk menjadi tempat kehidupan di mata para ahli serta otoritas.

Boxwork di Mars

NASA baru-baru ini merilis gambar fitur berbentuk jaring yang direkam oleh Kapal Antariksa Curiosity dari Gunung Sharp di pusat Crater Gale. Kapal antariksa tersebut menuju lereng gunung pada tahun 2024 dan tiba pada Juni 2025. Sejak mengetahui tentang fitur yang disebut ‘Boxwork’, astronom telah fokus pada mereka, terutama di gunung tersebut. Para ahli mengklaim bahwa tanda-tanda berbentuk jaring ini dibentuk oleh punggungan-punggungan bersilangan dari batu bermineral kaya. Fitur-fitur ini muncul secara acak di banyak area Mars. Di Gunung Sharp, tanda-tanda ini tidak muncul di mana pun kecuali pada lereng tertentu dari mana Kapal Antariksa Curiosity telah merekamnya.
Buka video Youtube
Para peneliti tidak memiliki petunjuk mengapa tanda-tanda ini muncul di lokasi tertentu tetapi tidak di yang lain. Gambar yang diambil oleh Rover Curiosity sangat berharga, karena fitur-fitur ini belum pernah dianalisis dengan dekat oleh astronom sebelumnya. Para ahli di masa lalu, setelah menganalisis wawasan dari ‘Boxworks’ lainnya, mengklaim bahwa fitur-fitur ini mungkin terbentuk oleh air tanah purba. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih dekat terhadap fitur-fitur ini diperlukan.
dapat mengungkap lebih banyak tentang air
yang pernah ada di Mars pada satu titik waktu, dan juga bisa jadi tempat kehidupan alien. Tim juga optimis bahwa temuan ini akan memberi mereka wawasan tentang
ocean raksasa mungkin terletak di bawah permukaan
yang diduga ada di Planet Merah tersebut. Tanda-tanda serupa telah terlihat di gua-gua di Bumi dan diduga dibuat oleh deposisi mineral dari air. Para peneliti berpikir sesuatu seperti ini juga terjadi di Mars, tetapi pada skala yang lebih besar.
Formasi dari Boxwork
Para ahli percaya bahwa batu dasar di bawah punggungan bersilangan terbentuk karena akumulasi mineral yang tertinggal oleh air tanah. Mineral masuk ke retak dan celah permukaan Mars, dan selama bertahun-tahun mengeras menjadi seperti semen. Kemudian, angin Mars menggerosakan batu tetapi tidak mineral yang menyusunnya, yang ada dalam bentuk punggungan, menciptakan fitur seperti Boxwork. Hipotesis tersebut didukung oleh analisis yang dilakukan oleh rovers terhadap batuan yang diekstraksi di sekitar punggungan. Batuan itu menunjukkan adanya urat sulfat kalsium, mineral asin yang diketahui tertinggal oleh air tanah.
Buka video Youtube
Abigail Fraeman
Wakil ilmuwan proyek Curiosity yang berbasis di Laboratorium Propulsi Jet NASA, terkejut dengan temuan tersebut karena mineral ini tidak pernah terlihat sebelumnya di gunung tersebut, menurut laporan.
CBS News
Para ahli tetap ragu tentang bagaimana gundukan berubah menjadi pola silang besar. “Misteri besar adalah mengapa gundukan mengeras menjadi pola-pola besar ini dan mengapa hanya di sini,” kata ilmuwan proyek Curiosity.
Ashwin Vasavada
, katanya. “Saat kita melanjutkan perjalanan, kita akan mempelajari punggungan dan semen mineral untuk memastikan ide kita tentang bagaimana mereka terbentuk sesuai dengan harapan.” Sebelum gambar dari Rover, fitur-fitur ini hanya dapat diamati dari orbit.
Potensi Ekstraterestrial
Para peneliti percaya bahwa ‘boxwork’ memang dapat telah berfungsi sebagai habitat untuk bentuk kehidupan di masa lalu, menurut Live Science. Para ahli berpikir bahwa ridges tersebut mengandung mineral yang pernah mengkristal di bawah tanah, dalam iklim yang lebih hangat daripada saat ini, dengan pasokan cairan asin.
Kirsten Siebach
, seorang ilmuwan misi Curiosity dari Rice University di Houston yang telah mempelajari area tersebut, mengklaim bahwa mikroba Bumi awal diklaim dapat bertahan hidup dalam skenario serupa, sehingga tempat tersebut mungkin pernah menjadi tempat kehidupan. Ilmuwan NASA sangat bersemangat untuk mengeksplorasi tempat tersebut lebih lanjut, untuk memperoleh lebih banyak pengetahuan tentang potensinya.
Baca selengkapnya di
Halaman Depan Detektif.
Dapatkan Tohir78 dikirim langsung ke kotak masuk Anda.
Daftar sekarang
.

